Sabtu , Juni 19 2021
Home / Berita Terkini / Demi Cegah Karhutla, kapolres tanjabbar, Rela berMalam di Gubuk Petani, ini fakta nya

Demi Cegah Karhutla, kapolres tanjabbar, Rela berMalam di Gubuk Petani, ini fakta nya


Jambiekspose.com, Tanjung jabung barat, – Melayani masyarakat dan mengayomi itulah slogan Kepolisian Republik Indonesia. Bekerja bukan menjaga keamanan serta menindak tegas berbagai para pelaku kejahatan namun polisi juga bersosialisasi kepada masyarakat dalam menjaga ekosistem alam agar tidak membakar hutan dan lahan.

Seperti jajaran Polres Tanjung Jabung Barat Jambi. Rela tidur malam berhari-hari digubuk petani yang sering membakar lahannya sendiri. pemilik gubuk itu bernama Palile atau sering dipanggil Pak Janggut warga Kecamatan Pengabuan, Tanjabbar.

Tujuan aparat kepolisian demi mendekatkan diri silaturrahim sambil sosialisasi baik kepada Palile dan kelompok taninya agar tidak membakar lahan sendiri.

Kapolres Tanjab barat, AKBP Guntur Saputro saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, Ia dan jajaran Polres Tanjab barat rela tidur berhari-hari demi meningkatkan sosialisasi kepada petani agar tidak membakar lahan karena sebelumnya sering membakar lahan untuk kebutuhan penanaman sayuran, lengkuas, jahe dan lain-lain.

“Kita datang ke lahan Palile dengan baik sambil bersosialisasi agar tidak bakar lahan,”ujarnya.

Guntur menceritakan, Palile atau sering dipanggil Pak Janggut, sudah puluhan tahun membakar lahan sendiri saat melakukan penanaman dan itu sudah merupakan turun menurun dari orang tua kandung, namun Ia dan jajaran tidak menyerah memberikan cara solusi terbaik agar tidak membakar lahan karena bisa membahayakan bagi orang banyak.

“Awalnya kita datang sempat tidak percaya dengan Pak Janggut dan kelompok tani namun kita terus melakukan sosialisasi terbaik sampai tidur di gubuk Pak janggut berhari-hari akhirnya diterima solusi,” jelasnya sabtu, 13 maret 2021.

Guntur menyebutkan, ada puluhan hektare lahan Pak janggut yang dikelola nya, saat membuka lahan ia selalu membakar lahan dan anggota kelompok tani yang sudah dianggap anak angkat disuruh menjaga api agar tidak merembet ke lahan warga lainnya namun tetap saja apa yang dilakukan Pak janggut sudah menjadi kesalahan melanggar hukum.

“Saat sosialisasi kita diterima agar tidak membakar lahan, kita langsung beri cara solusi terbaik seperti memanfaatkan lahan menjadi pupuk tanaman dan solusi itu perlahan dikerjakan oleh Pak janggut,”terangnya.

Terpisah, Palile atau Pak janggut saat ini sudah berumur 78 tahun, saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum jajaran Polres Tanjabbarat datang ke lahan sampai tidur bermalam di gubuknya dengan tujuan silaturrahim dan bersosialisasi agar tidak membakar lahan, sudah menjadi budaya baginya membakar lahan namun atas solusi terbaik yang diberikan Kapolres Tanjabbarat agar tidak membakar lahan saat bertanam, Iapun menerima solusi itu demi mengubah segala pelanggaran hukum diperbuatnya.

“Saya sadar atas himbauan selama ini namun saya tidak pernah dapat solusi terbaik sehingga saya tetap saja membakar namun saya sangat berterimakasih banyak atas adanya solusi baik diberikan Kapolres sehingga saya mencoba tidak lagi membakar lahan sendiri saat bertanam,”katanya.

Ia menyebutkan, dari dulu saat membuka lahan selalu membakar lahan dan kelompoknya menjaga api dan meskipun pernah dikasih tau oleh kelompok tani agar tidak membakar lahan namun saya tidak pernah mengindahkannya dan saya tetap saja membakar lahan.

“Saya Membakar lahan sudah menjadi turunan dari orang tua kandung saya meskipun itu salah namun saya tetap membakar lahan dan saat saya dapat solusi terbaik saya akan proses solusi tersebut dengan baik agar saya tidak membakar lahan lagi,”cetusnya.

( red _Rif 02)

Spread the love

About jambi ekspose

Check Also

Kapolres Muaro Jambi Tinjau Kesiapan Kampung Tangguh PPKM Mikro di Desa Pematang Jering

Jambiekspose.com,Jambi – Kepala Kepolisian Resor Muaro Jambi AKBP Yuyan Priatmaja, S.I.K, hari ini Jum’at (18/06/2021) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas