Selasa , Juli 27 2021
Home / Daerah / Kota Jambi / Bangko / Polda jambi dan Gakkum KLHK, gagalkan Dan tangkap penjual Opsetan Harimau Sumatera dan Gading Sumatera

Polda jambi dan Gakkum KLHK, gagalkan Dan tangkap penjual Opsetan Harimau Sumatera dan Gading Sumatera


Jambiekspose.com ,Jambi – Kapolda jambi irjen pol A. Rachmad wibowo, melalui Dirreskrimsus Polda Jambi Sigit dani setiono. Di dampingi Kabid Humas polda jambi kombes pol Mulya priyanto lakukan relaese penangkapan pelaku dan penjual opsetan Harimau Sumatera dan gading gajah (30/03/2021) bersama Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera bersama Polda Jambi berhasil menggagalkan penjualan opsetan Harimau Sumatra dan dua gading Gajah.

Tim Operasi berhasil menangkap Pelaku perdagangan ilegal satwa dilindungi dan bagiannya berupa opsetan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), 23 Maret 2021, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Selanjutnya Tim juga berhasil menangkap pelaku perdagangan Gading Gajah (Elephas maximus sumatranus), 21 Maret 2021, di Kabupaten Muaro Bungo Provinsi Jambi. Bersamaan dengan tertangkapnya para pelaku, diamankan barang bukti berupa satu opsetan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), dua Gading Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus),
satu unit mobil Daihatsu Grandmax nomor polisi BH 8178 KP warna putih, satu sepeda motor merk Honda Spacy warna putih, satu unit HP merk nokia, satu unit HP merk samsung dan satu unit HP

android merk Realme warna ungu. Pelaku penjualan opsetan Harimau Sumatra AW (55 th) ditangkap Tim Operasi di halaman samping salah satu Losmen di Jalan Lintas Sumatera KM.3 RT.36 RW.09 Kelurahan Mensawang Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin Propinsi Jambi. Pelaku mengaku akan menjual opsetan harimau seharga Rp 150 juta.

Sedangkan pelaku penjualan dua gading gajah Sumatra HL(53) dan JAG (31) berhasil diamankan di depan salah satu Warung Makan di Jalan Lintas Jambi Bungo Desa Manggis Kecamatan Batin III Kabupaten Bungo Propinsi Jambi. Pelaku mengaku akan menjual dua gading gajah seharga Rp 60 Juta.

Perbuatan para pelaku bertentangan dengan ketentuan Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2)Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pelaku terancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. Saat ini para pelaku sudah dilakukan penahanan di Rumah tahanan Polda Jambi.

Eduward Hutapea memberikan apresiasi kepada Tim Operasi Brigade Harimau Jambi yang telah berhasil menggagalkan transaksi perniagaan bagian satwa yang dilindungi Undang Undang. Kami akan terus berbuat untuk tetap mengantisipasi terjadinya perburuan dan perdagangan satwa yang dilindungi demi menjaga kelestariannya, tegas Eduward.

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono, menegaskan Kejahatan tumbuhan dan satwa liar merupakan kejahatan luar biasa melibatkan jaringan dengan pelaku berlapis
dan bernilai ekonomi tinggi.

Kami telah membuat kajian valuasi ekonomi satwa liar bersama akademisi, dengan mempertimbangkan nilai ekologi, nilai valuasi Harimau Sumatera sebesar Rp. 1,2 Milyar dan Gajah sebesar Rp. 3,5 Milyar.

Upaya penindakan dan penegakan hukum terus kami lakukan, kami juga telah membentuk Tim Intelijen dan Cyber Patrol untuk memetakan jaringan perdagangan liegal TSL. KLHK terus berkomitmen dalam penyelamatan tumbuhan dan satwa liar sebagai kekayaan sumber daya hayati, hilangnya sumberdaya hayati bukan hanya menimbulkan kerugian baik ekonomi maupun ekologi bagi Indonesia, tapi juga kehilangan sumberdaya hayati dan perhatian masyarakat dunia, tutup Susetyo.

( red 002 / sonia)

Spread the love

About jambi ekspose

Check Also

Kabarhakam Pimpin Vicon,Tekankan Arahan Presiden Jokowi Soal PPKM Level 4, di Perpanjang Sampai 2 Agustus 2021

Jambiekspose.com (JAKARTA) – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto memimpin video conference …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas