Sabtu , Mei 2 2026
Home / Nasional / Jakarta / Gempa Megathrust Kekuatan Magnitude 8.9, Berpotensi tsunami 34 Meter wilayah Pesisir Jawa-Sumatra

Gempa Megathrust Kekuatan Magnitude 8.9, Berpotensi tsunami 34 Meter wilayah Pesisir Jawa-Sumatra

 

Jambiekspose.com (Jakarta)- Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa ada potensi tsunami yang bisa setinggi 34 meter di Indonesia.

Prediksi ketinggian tsunami ini melebih tsunami Aceh. Penulis utama dari BMKG Pepen Supendi dari penelitiannya mengungkap potensi itu berkaitan dengan tingkat kegempaan yang tinggi di dalam serta sekitar Jawa Barat dan Sumatera yang merupakan akibat dari pertemuan lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempeng Sunda.

Dalam penelitian tersebut terdapat sejumlah ahli kegempaan dalam negeri, yakni Dwikora Karna Wati, Tatok Yatimantoro dan Daryono dari BMKG. Dari BRIN, termasuk University of Cambrige dan BNPB, sehingga penelitian ini tidak main-main dan bukan sembarangan.

Tim penelitian memanfaatkan katalog data seismik yang bersumber dari BMKG dan pusat penelitian seismik internasional periode April 2009-Juli 2020 untuk melakukan hiposenter gempa.

Jika dilihat dari definisinya, megathrust ini adalah kondisi pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kontak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.

Yang mana ada celah besar seismik di selatan Jawa Barat dan Sumatera bagian tenggara berpotensi menjadi sumber gempa Megathrust kekuatan magnitude 8.9, berpotensi tsunami 34 Meter.

Gelombang setinggi itu terjadi akibat pecahnya batas lempeng di bidang kontak 2 lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.

“Megathrust sebenarnya relatif jarang terjadi. Hanya saja sumber gempa Megathrust mampu membangkitkan gempa dahsyat dengan magnitude 8 atau bahkan 9” kata Kepala Mitigasi Gempa bumi dan tsunami BMKG. Daryono seperti dilansir dari berbagai sumber, Senin (14/11/2022).

Kajian tersebut merupakan potensi terburuk, bukanlah prediksi yang akan terjadi dalam waktu dekat, namun upaya mitigasi ini berkaca pada kejadian pada masa lalu untuk meminimalisir dampak dari Megathrust.

Penelitian ini berguna untuk membuat rencana penanganan bencana Megathrust yang bisa saja terjadi.

“Reviu kembali dokumen rencana kontijensi dan rencana operasi peta-peta jalur evakuasi sistem peringatan dini untuk mitigasi tsunami, terutama di wilayah pesisir Jawa Sumatera. Serius dan Segera” imbuh Pakar Tsunami BRIN, Widjo Kongko.

(Indra jaya)

Spread the love

About jambiekspose

Check Also

‎MAPPAN Demo KPK Lagi! KPK Diminta Periksa Jajaran Direksi Komisaris Bank Jambi Hingga Gubernur ‎

‎ ‎JAMBIEKSPOSE.COM | JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat LSM Masyarakat Pemantau Peduli Anggaran Negara (DPP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas