JAMBI, 31 Oktober 2025 – Sebuah ironi terjadi di lingkungan akademik Universitas Muara Bungo (UMB). Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPKPT), lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan melindungi mahasiswa, kini justru dituduh menekan korban pengeroyokan.
Perkumpulan L.I.M.B.A.H. (Lembaga Inisiasi Membangun Bumi Agar Hijau) Provinsi Jambi, melalui temuan jurnalis investigasinya, Lukman, menyoroti dugaan ketidaknetralan serius dalam penanganan kasus yang menimpa mahasiswa bernama Sabil.
Temuan investigasi L.I.M.B.A.H. mengindikasikan bahwa Ketua Satgas PPKPT UMB, Nirmala, yang juga seorang dosen hukum, diduga kuat tidak bertindak netral.
“Kami menemukan fakta mengejutkan,” ujar Lukman. “Alih-alih memberi perlindungan, Ketua Satgas diduga justru menekan keluarga korban (Sabil) untuk menempuh jalur damai.”
Lukman memaparkan bahwa tekanan tersebut tidak hanya bersifat bujukan. Nirmala dituduh menggunakan posisinya untuk mengintimidasi keluarga Sabil.
“Ada dugaan ancaman bahwa jika keluarga tidak mau berdamai, kasus ini akan ‘dibawa ke ranah hukum’—sebuah ancaman yang janggal, karena pengeroyokan itu sendiri sudah merupakan ranah hukum,” tegas Lukman.
Satgas yang Kehilangan Arah
Dugaan intervensi ini, menurut Lukman, adalah pengkhianatan terhadap tujuan utama pembentukan Satgas PPKPT.
Sesuai mandatnya, Satgas seharusnya bertugas:
- Melindungi Korban: Memberikan rasa aman, bukan menambah trauma.
- Menindaklanjuti Laporan: Memfasilitasi proses, bukan menghentikannya.
- Koordinasi: Bekerja sama dengan aparat untuk keadilan, bukan “mengamankan” kasus secara internal.
“Satgas PPKPT UMB ini ibarat pagar yang makan tanaman,” lanjut Lukman. “Mereka seharusnya jadi pelindung Sabil, tapi diduga malah bertindak seperti ‘benteng’ bagi pelaku demi melindungi citra institusi.”
L.I.M.B.A.H. juga menyoroti dugaan pengarahan untuk menggunakan pengacara tertentu, yang semakin memperkuat dugaan adanya upaya sistematis untuk membungkam korban.
Tuntutan L.I.M.B.A.H.
Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Provinsi Jambi mendesak Rektorat Universitas Muara Bungo untuk jangan diam saja.
“Ini alarm merah bagi dunia pendidikan di Jambi. Integritas kampus sedang dipertaruhkan,” kata Lukman.
L.I.M.B.A.H. menuntut agar Rektor UMB segera:
- Menonaktifkan Nirmala dari jabatannya sebagai Ketua Satgas PPKPT UMB untuk memastikan proses investigasi independen.
- Melakukan evaluasi terhadap seluruh anggota Satgas PPKPT UMB.
- Memberikan perlindungan penuh dan tanpa syarat kepada Sabil dan keluarganya dari segala bentuk intimidasi.
“Keadilan untuk Sabil harus lebih penting daripada reputasi institusi yang semu. Kami akan terus mengawal kasus ini,” tutup Lukman.
Narahubung:
Lukman
Jurnalis Investigasi Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Provinsi Jambi
0898.6538.844
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya