Jumat , Juni 12 2026
Home / Berita Terkini / Di duga Ada nya Mallpraktek di Organ Tubuh bayi 11 Bulan , ini penjelasan direktur RS Raden Mattaher Jambi

Di duga Ada nya Mallpraktek di Organ Tubuh bayi 11 Bulan , ini penjelasan direktur RS Raden Mattaher Jambi


Jambiekspose.com , Kota Jambi-
Wajah sedih tak dapat disembunyikan oleh pasangan suami isteri Khairul Ulum dan Wiwik Erwita. Bagaimana tidak, saat ini ia tengah dirundung pilu karena meninggal putri tercinta nya.

Pada Rabu 03 Maret 2021 ia terpaksa mengiklaskan buah hati tercinta Felica Khunlisa yang berusia 11 bulan untuk selama-lamanya setelah menjalani sejumlah perawatan medis di RS Umum Daerah Raden Mattaher Jambi.

Namun, dibalik itu, meninggalnya Felica Khunlisa meninggalkan tanda tanya bagi pasangan yang tinggal di RT 37, Kelurahan Pall Lima, Kota Jambi. Ia menduga anak mereka merupakan korban malpraktek.

 

Pasalnya, ia bersama keluarga terkejut setelah pihak RS Umum Raden Mattaher menyatakan anak tercintanya meninggal dunia. Ditubuh bagian perut sisi kanan bawah ditemukan bekas jahitan seperti baru usai dioperasi.

Menurut Khairul Ulum, sebelumnya tidak ada konfirmasi terlebih dahulu oleh tenaga medis di RSUD Raden Mattaher Jambi untuk melakukan tindakan operasi dibagian perut terhadap putri tercintanya. Hanya saja untuk tindakan operasi di bagian kepala, karena pasien didiagnosa mengidap penyakit Hidrosefalus.

“Dan kami mengetahui adanya bekas operasi dan jahitan diperut itu saat akan memandikan almarhum. Dan seingat saya tidak pernah ada pemberitahuan akan dilakukan operasi dibagian perut oleh pihak dokter,” kata dia, Selasa (9/3/21).

Diakuinya, memang sebelumnya pernah melakukan tanda tangan berkas untuk tindakan medis, namun tidak pernah dijelaskan atau diberitahu bahwa ada tindakan medis melakukan operasi disisi kanan bawah perut putrinya. Tetapi untuk tindakan operasi dikepala.

Selain itu, pihak keluarga juga mengkhawatirkan selain dugaan mall praktek juga dikhawatirkan terjadinya pencurian organ tubuh. Karena, bekas operasi ditubuh putri Felica begitu besar Jahitan yang Tak Rapih seperti di jahit asal dan dianggap tidak wajar.

Diceritakannya, sebelum dirawat di RS Umum Raden Mattaher Jambi, putri tercintanya terlebih dahulu mendapat perawatan medis di RS Dinas Kesehatan Tentara (DKT) dan didiagnosa berdasarkan scan kepala pasien terdapat cairan diotak yang harus dilakukan operasi.

Karena keterbatasan biaya, akhirnya Khairul Ulum sepakat untuk merujuk anaknya dari RS DKT ke RS Umum Daerah Raden Mattaher Jambi dengan dokter penanganan medis yakni bernama Apri Anto.

“Oleh pihak rumah sakit Raden Mattaher kota Jambi sendiri diambil tindakan untuk dilakukan operasi di bagian kepala dan kamipun setuju dengan persyaratan melakukan penandatanganan operasi, namun operasi tersebut oleh dokter Apri Yanto sebagai dokter yang melakukan operasi tidak mengatakan akan diadakan operasi di bagian perut,” jelasnya lagi.

Terkait itu, pihak RS Umum Raden Mattaher Jambi saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan malpraktik yang diduga dilakukan oleh Dokter Apri Yanto tidak bisa memberikan keterangan lebih detail.

 

 

Sofran, Kabag Umum Dan Humas RS Umum Raden Mattaher mengaku persoalan apa yang disampaikan itu tidak bisa ia jawab. Menurutnya, persoalan itu bukan dia yang membidanginya, hanya saja ia berjanji akan memfasilitasi untuk bertemu dengan yang dokter bersangkutan.

“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan karena itu bukan bidang saya. Nanti saya akan pertemukan dengan pak Direktur Rumah Sakit dan dokter yang menangani pasien Jam 2 sianglah,” jelas Sofran pada Senin (8/3/21) lalu.

Namun sayangnya ketika dilakukan konfirmasi ulang oleh pihak wartawan ke ruangan yang sama dan diwaktu yang berbeda, malah dipertemukan dengan bidang Pelayanan Medis yang bernama Niza.

Niza sendiri mengatakan bahwa proses operasi yang dilakukan oleh dokter tersebut sudah dilakukan sesuai dengan hasil scan. “Dilakukan operasi terhadap pasien sesuai dengan hasil petunjuk scan dan dari hasil scan adanya cairan Hydrocepalus pada bagian kepala pasien,” jelasnya Niza.

Sementara itu jurnalis jambiekspose.com berhasil mewawancarai direktur rumah sakit raden mattaher, melalui sambungan telepon, dokter fery menjelaskan, “Gak lah malpraktek itu sudah sesuai prosedur dan semua tindakan persetujuan keluarga ” Ucap dokter fery.

Mengenai adanya bekas luka jahitan di bagian perut sebelah kanan , itu merupakan satu rangkaian dengan operasi hidrosefalus, sebab untuk membuang cairan dari kepala itu di alirkan ke lambung, maka nya bagian perut harus di lakukan operasi, untuk pemasangan selang pembuangan cairan tukas dokter fery.

Semua yang kami lakukan sudah sesuai prosedur dan persetujuan pihak keluarga, di singgung apakah ada pengambilan organ tubuh, dokter fery memastikan itu tidak ada dan tidak akan pernah terjadi dan tidak memiliki peralatan nya tutup dokter fery.

Jurnalis : sonia benzola

Spread the love

About jambiekspose

Check Also

Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa, Kapolda Jambi Tekankan Respons Cepat dan Terukur

  JAMBIEKSPOSE.COM | JAMBI – Kepolisian Daerah Jambi menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas