Rabu , Juni 17 2026
Home / Berita Terkini / Miris !! Warga Di Kecamatan Bahar Selatan Puluhan Tahun Hidup Tanpa Aliran Listrik

Miris !! Warga Di Kecamatan Bahar Selatan Puluhan Tahun Hidup Tanpa Aliran Listrik

 

 

JAMBIEKSPOSE.COM | MUARO JAMBI — Di tengah gegap gempita pembangunan dan gemerlap cahaya kota, ada sudut negeri ini yang masih hidup dalam kegelapan. Tepatnya di Dusun IV Sungai Beruang, Desa Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi — ratusan jiwa bertahan hidup tanpa aliran listrik selama puluhan tahun.

Dusun terpencil itu seolah luput dari perhatian. Tak hanya gelap gulita saat malam tiba, akses menuju wilayah tersebut juga sangat sulit dan memprihatinkan. Tim media ini harus menempuh empat jam perjalanan dari pusat Kabupaten Muaro Jambi, melewati jalan rusak, berlubang, dan beralas tanah serta bebatuan. Dari Unit 1 Sungai Bahar ke Desa Tanjung Lebar saja dibutuhkan waktu dua jam, dan untuk mencapai Dusun Sungai Beruang, dibutuhkan tambahan waktu sekitar satu jam lagi dengan sepeda motor.

“Hampir 10 tahun kami hidup tanpa listrik. Anak-anak belajar pakai lampu minyak seadanya, rumah kami gelap, fasilitas umum pun tak tersentuh aliran listrik,” ungkap Heldo Urbach, Kepala Dusun IV Sungai Beruang, saat ditemui tim media, Kamis, 5 Juni 2025.

Dusun tersebut dihuni oleh 133 Kepala Keluarga dengan total 449 jiwa. Di malam hari, satu-satunya sumber penerangan hanyalah lampu minyak canting — teknologi tradisional yang di banyak tempat telah ditinggalkan sejak lama. Bahkan fasilitas umum seperti sekolah, masjid, musholla, puskesmas, hingga posyandu pun tak memiliki aliran listrik.

Lebih memilukan lagi, menurut Kepala Desa Tanjung Lebar, Endang Lestari, SE, hanya sebagian kecil warga yang kadang-kadang bisa menggunakan genset kecil, itupun tidak setiap hari karena keterbatasan biaya bahan bakar.

“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan pihak PLN untuk segera membantu masyarakat kami. Bukan sekadar soal listrik, ini tentang masa depan anak-anak kami, keselamatan warga, dan kehidupan yang lebih layak,” harap Endang.

Ketiadaan listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas belajar anak-anak, tapi juga menghambat produktivitas ekonomi, mengekang perkembangan budaya dan sosial, bahkan membuka celah potensi kriminalitas di malam hari.

Sementara kota besar terus membangun gedung bertingkat dan jalan tol, di sini masyarakat masih berjuang menyalakan cahaya di malam hari.

Sampai kapan mereka harus bertahan dalam gelap?

Penulis: Ardi | Editor: Indra Jaya

Spread the love

About Kang Maman

Check Also

Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa, Kapolda Jambi Tekankan Respons Cepat dan Terukur

  JAMBIEKSPOSE.COM | JAMBI – Kepolisian Daerah Jambi menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas