
JAMBIEKSPOSE.COM | TABJABTIM – Masyarakat di Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, akhirnya merasakan kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM) setelah puluhan tahun menanti. SPBU BBM Satu Harga dengan kode 26.367.19 kini resmi beroperasi, menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan BBM yang terjangkau dan mudah dijangkau.
Dulunya, warga harus menempuh perjalanan hingga lebih dari 60 kilometer hanya untuk mendapatkan BBM. Kini, dengan hadirnya SPBU ini, mereka tidak perlu lagi bepergian jauh. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah serta Pertamina. Sekarang BBM sudah tersedia di wilayah kami,” ujar Suntono, warga Rantau Rasau, Senin (9/6/2025).
Menurutnya, keberadaan SPBU ini sangat membantu seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pegawai negeri, pelaku usaha hingga sopir angkutan umum. “BBM adalah kebutuhan pokok masyarakat. Dengan SPBU ini, semua lebih mudah,” tambahnya.
Pengawas SPBU BBM Satu Harga 26.367.19, Safriyanto, menjelaskan bahwa SPBU mulai beroperasi sejak November 2024 sebagai bagian dari Program BBM Satu Harga dari Pemerintah Pusat, yang juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Kami menyalurkan rata-rata 6 KL Solar, 8 KL Pertalite, dan 400 liter Pertamax setiap harinya untuk melayani masyarakat di tujuh kecamatan, termasuk Rantau Rasau, Sadu, Nipah Panjang, Berbak, Muara Sabak Timur, dan Dendang,” jelas Safriyanto.
SPBU ini juga telah mengikuti sistem distribusi modern yang diawasi ketat oleh berbagai pihak. “Penyaluran kami menggunakan barcode online yang tercatat di sistem Pertamina dan BPH Migas. Kami juga sudah pasang CCTV online, dan rutin diawasi oleh Disperindag, Babinsa, Polres, Pertamina Jambi, hingga BPH Migas,” paparnya.
Safriyanto berharap masyarakat turut menjaga fasilitas ini agar bisa terus memberikan pelayanan terbaik. “Pemerintah sudah sangat baik dengan memberikan program BBM Satu Harga di sini. Mari kita jaga bersama,” pungkasnya.
Untuk masyarakat Rantau Rasau dan sekitarnya, kehadiran SPBU ini bukan hanya soal kemudahan akses, tetapi juga simbol kemajuan dan perhatian nyata dari negara terhadap wilayah-wilayah terpencil. (Tim/ind)
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya