
JAMBI,27 Agustus 2025 – Ada yang berbeda di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi pada Selasa, 26 Agustus 2025. Ini bukan sekadar audiensi biasa. Ini adalah momen langka di mana dua dunia—penegakan hukum yang tegas dan semangat olahraga yang membara—melebur menjadi satu visi. Dipimpin oleh Ketua Antoni Gumay, rombongan pengurus KONI Kota Jambi disambut oleh sosok yang unik: seorang Kepala Kejaksaan Negeri yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar olahraga itu sendiri.
Suasana audiensi yang pada awalnya terasa formal dan protokoler, seketika mencair menjadi sebuah perbincangan hangat yang penuh keakraban. Momen pemecah kebekuan itu hadir saat Kajari, Dr. Abdi Reza, dengan mata berbinar, berbagi kisah tentang kecintaannya pada olahraga panjat tebing. Bukan sekadar hobi sesaat, melainkan sebuah gairah yang telah tertanam kuat dalam dirinya sejak masih belia. Beliau berkisah bagaimana olahraga yang menuntut determinasi, fokus tingkat tinggi, dan ketekunan untuk menaklukkan setiap jengkal tebing itu telah membentuk karakternya. Melalui cerita ini, para pengurus KONI seolah melihat sisi lain dari seorang penegak hukum; mereka melihat jiwa seorang pejuang yang memahami esensi dari kerja keras dan semangat pantang menyerah—nilai-nilai yang sama yang setiap hari ditanamkan kepada para atlet.
Dukungan tulusnya pada olahraga ternyata lebih dari sekadar hobi pribadi. Terungkap fakta bahwa Dr. Abdi Reza juga mengemban amanah sebagai Ketua Cabang Olahraga Gulat Kota Jambi. Fakta ini seketika mengubah segalanya. Dukungan yang beliau sampaikan bukan lagi datang dari menara pengawasan, melainkan dari dalam arena, dari seseorang yang paham betul denyut nadi, keringat, dan pengorbanan para atlet dan pengurusnya.
Komitmen Kajari pada tata kelola yang bersih dan prestasi yang gemilang dibuktikan dengan sebuah langkah konkret yang monumental. Di tengah diskusi, di hadapan Ketua KONI dan jajarannya, Kajari memberikan pesan langsung kepada Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
“Saya minta Kasi Pidsus untuk mendampingi langsung teman-teman KONI,” ujar Dr. Abdi Reza dengan nada tegas namun konstruktif. “Jika ada pertanyaan, keraguan, atau butuh diskusi tentang mitigasi hukum terkait penggunaan anggaran, jangan ragu. Pintu kami terbuka. Dampingi mereka agar tidak ada kendala dan semuanya berjalan sesuai aturan.”
Ini adalah sebuah terobosan. Kehadiran Kasi Pidsus, yang biasanya berada di hilir penindakan, kini ditarik ke hulu sebagai mitra pencegahan. Kejari Jambi secara terbuka menyediakan “konsultan hukum” internalnya untuk memastikan KONI tidak salah langkah. Pesan yang dikirim sangat jelas: Kami lebih baik mencegah di awal daripada menindak di akhir.
Mendapat jaminan yang luar biasa ini, KONI Kota Jambi, yang dipimpin Antoni Gumay, menyambutnya dengan dua gagasan brilian yang semakin memperkokoh aliansi ini. Pertama, KONI dengan penuh hormat meminta kesediaan Kajari Kota Jambi untuk menjadi “Duta Integritas Olahraga Kota Jambi”. Dengan rekam jejak dan peran gandanya, Dr. Abdi Reza adalah personifikasi sempurna dari semangat prestasi yang berlandaskan integritas.
Kedua, KONI mengajukan program kolaborasi “Jaksa Masuk Cabor”, sebuah inisiatif untuk membawa pencerahan hukum langsung ke para atlet dan pelatih, memastikan mereka menjadi juara yang berkarakter dan melek hukum.
Pertemuan hari itu menjadi lebih dari sekadar audiensi. Ia menjadi deklarasi sebuah era baru, di mana penegak hukum tidak lagi dipandang sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai sahabat seperjuangan dalam meraih prestasi. Dengan Kajari sebagai insan olahraga dan Kasi Pidsus sebagai pendamping hukum, KONI Kota Jambi kini memiliki fondasi terkuatnya untuk berlari kencang menuju puncak prestasi, dengan rasa aman dan komitmen penuh pada transparansi.
Penulis :
Bidang Organisasi – Bidang Humas KONI Kota Jambi
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya