
KOTA JAMBI, 27 Oktober 2025 – Forum KONI Kota (FKonita) se-Indonesia 2025 mungkin telah resmi ditutup di Solo (25/10), namun forum ini justru menyalakan api gagasan baru. Bagi KONI Kota Jambi, forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan titik tolak untuk sebuah gerakan besar dalam merevolusi pembinaan olahraga daerah.
KONI Kota Jambi, yang hadir dengan visi progresif, memandang FKonita sebagai platform strategis yang perannya harus diperluas. Ketua KONI Kota Jambi, Antony Gumay, yang hadir langsung dalam forum tersebut, menegaskan bahwa FKonita telah sukses bertransformasi dari sekadar ajang silaturahmi menjadi sebuah ‘think tank’ nasional.
“Ini bukan lagi sekadar kumpul-kumpul. Ini adalah Forum Terhormat, tempat berkumpulnya para penggiat olahraga paling progresif dari seluruh penjuru Indonesia,” ujar Antony Gumay dengan penuh semangat.
Menurutnya, FKonita adalah arena di mana ide-ide liar namun brilian untuk kemajuan olahraga Indonesia seharusnya dilahirkan.
“Di sinilah kita saling ‘mengadu’ gagasan, mencari solusi konkret, dan membangun komitmen bersama untuk olahraga nasional. Silaturahmi-nya dapat, terobosannya pun harus dapat,” tegasnya.
Tidak berhenti pada tataran ide, Antony Gumay, mewakili semangat pembaharuan dari Jambi, melontarkan sebuah gagasan besar: FKonita harus naik level menjadi penyelenggara even.
“KONI Kota Jambi mendorong agar FKonita tidak berhenti sebagai forum diskusi. Ke depan, kami menggagas FKonita menjadi inisiator dan penyelenggara even olahraga berskala nasional. Bayangkan, sebuah kejuaraan multi-cabang atau liga antar kota se-Indonesia! Ini akan menjadi lompatan besar untuk mengukur hasil pembinaan di daerah secara langsung,” ungkap Gumay.
Sinyal Keras dari Pusat: “Pengurus Itu Amanah, Bukan Jabatan!”
Visi besar yang diusung KONI Kota Jambi ini sejalan sempurna dengan arahan keras yang disampaikan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, saat menutup acara. Marciano memberi pesan menohok bagi seluruh pengurus olahraga di Indonesia.
“Kalau ada pengurus yang tidak punya waktu mengurus olahraga, lebih baik diserahkan kepada yang siap berkorban. Ini amanah, bukan jabatan!” tegas Marciano.
Peringatan ini, lanjutnya, adalah kunci reformasi internal agar KONI di seluruh Indonesia berjalan efektif, transparan, dan akuntabel, terutama dalam pengelolaan dana hibah.
Marciano menekankan bahwa atlet peraih medali Olimpiade seperti Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tidak lahir di pusat, melainkan dari pembinaan daerah. “Itulah mengapa peran KONI daerah sangat vital,” tandasnya.
Jambi Sambut Tantangan
Pesan Ketum KONI Pusat ini menjadi cambuk sekaligus validasi bagi gagasan yang dibawa KONI Kota Jambi. Untuk mewujudkan kemandirian dan profesionalisme, Ketua Forum KONI Kota Indonesia, Letkol (Purn) HM Hamka Handaru, juga menyebut forum ini telah menyepakati perlunya rule of game atau aturan baku bersama.
Bagi KONI Kota Jambi, FKonita 2025 adalah penegasan sikap: Era baru olahraga Indonesia akan dimulai dari daerah. Dan Jambi, dengan gagasan-gagasan segarnya, telah membuktikan siap menjadi salah satu motor penggerak utama perubahan tersebut.
Penulis : Andrew Sihite (KONI Kota Jambi)
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya