
Jambiekspose.com (Jakarta) – Polri membentuk Tim Khusus untuk mendalami kasus Gagal Ginjal akut pada anak. Dan saat ini penyidik tengah meneliti sampel urine dan darah dari Kementrian Kesehatan.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan tim khusus yang di bentuk merupakan gabungan dari Dittipdter, Dittipidnarkoba hingga Dittipidum Bareskrim Polri. Timsus tengah mengumpulkan sampel urine, darah, dan obat dari para korban gagal ginjal akut.(25/10/2022)
Polri juga akan berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan untuk mendalami kasus gagal ginjal akut.
Irjen Pol Dedi prasetyo juga menjelaskan bahwa anggotanya dari Timsus Narkoba tengah melakukan pedalaman terkait hasil Laboratorium dan tentunya Laboratorium yang akan menyampaikan hasilnya kepada penyidik, karena itu kepentingan penyidikan.
“Kita sudah mendapat sampel dari Kementrian Kesehatan, antara lain dari urine, darah, dan juga sampel obat yang akan di dalami oleh Labpor, kemudian tim penyidik yang tentunya akan di komunikasikan dengan Kementrian Kesehatan dan BPOM”,ucap nya.
Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, total terdapat 245 kasus gagal ginjal akut di 26 Provinsi Indonesia, dengan korban meninggal mencapai 141 orang.
Menkes membenarkan berdasarkan analisis Toksikologi pasien penyelidikan obat-obatan yang di konsumsi pasien serta referensi WHO. Kemungkinan besar pasien gagal ginjal akut disebabkan terpapar senyawa kimia pelarut berbahaya dari obat sirop yang diminum pasien.
(JUNA)
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya