
JAMBIEKSPOSE.COM | KOTA JAMBI – Suasana penuh kebersamaan dan keceriaan terpancar dari warga Kebun Jeruk, Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, saat malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 digelar, Jumat malam (29/8/2025).
Area utama yang menjadi pusat kegiatan dipadati warga dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang tua hadir untuk menyaksikan rangkaian hiburan rakyat yang dikemas dalam pentas seni, tari-tarian, atraksi taekwondo, barongsai, hingga pembagian hadiah lomba.
Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan warga dari empat RT, yaitu RT 07, 08, 09, dan 10.
Sebelum sampai pada malam puncak, warga Kebun Jeruk telah lebih dulu melaksanakan berbagai kegiatan sejak pertengahan Agustus. Beragam lomba anak-anak, pertandingan bola voli antar-RT, senam sehat bersama, hingga lomba panjat pinang menjadi magnet kebersamaan.
“Semua kegiatan ini adalah hasil gotong royong Panitia Pelaksana dan warga Kebun Jeruk. Semangatnya luar biasa, dari awal persiapan hingga malam puncak,” ungkap Ketua Panitia HUT RI ke-80, Tika.
Kehadiran Pejabat dan Tokoh Masyarakat
Malam puncak semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Camat Jelutung Hartono SE, Lurah Payolebar Yuniawan SE, Eriyanto Ketua LPM Kelurahan Payolebar , Ketua RT sekitar serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tuo tengganai, dan ratusan warga Kebun Jeruk.
Dalam sambutannya, Camat Jelutung menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga yang mampu menjaga semangat kebersamaan.
“Saya bangga melihat kekompakan warga Kebun Jeruk. Malam ini bukan sekadar perayaan, tapi juga simbol bahwa nilai-nilai gotong royong dan persatuan masih terjaga dengan baik. Semoga semangat ini terus hidup dan menjadi contoh bagi lingkungan lain di Kota Jambi,” tutur Camat.

Sementara itu, Yuniawan SE Lurah Payolebar menilai acara ini sebagai bentuk nyata persaudaraan.
“Kebersamaan warga Kebun Jeruk menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang harmonis. Saya berharap semangat kemerdekaan ini terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Yuniawan SE, Lurah Payolebar mengapresiasi kerja panitia dan partisipasi warga.
“Kami berterima kasih karena warga mampu bersatu padu, tidak hanya merayakan HUT RI tapi juga memperkuat persaudaraan dan menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Petuah Tuo Tengganai
Tak ketinggalan, tuo tengganai sebagai tokoh adat turut menyampaikan nasihat bijak.
“Anak cucu kami telah memperlihatkan semangat yang patut dibanggakan. Perayaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengingat bahwa adat, agama, dan kebersamaan harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan. Gotong royong adalah warisan yang harus terus kita jaga,” ucapnya dengan penuh wibawa.
Hiburan Rakyat yang Menggugah Antusiasme
Pentas seni malam itu benar-benar menjadi pusat perhatian. Anak-anak menampilkan tari tradisional dengan penuh semangat, diikuti atraksi taekwondo yang memukau penonton. Teriakan kagum semakin bergema saat barongsai beraksi lincah di atas panggung. Selain itu, pembagian hadiah lomba juga menambah keceriaan.
Suara Warga
“Acara ini sangat menghibur. Anak-anak senang, kami orang tua juga ikut bangga. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,”
Ketua RT.07, Reny Asmara , juga menambahkan, “Kami merasa dihargai dengan kehadiran Camat, Lurah, Ketua-ketua. RT sekitar Kehadiran mereka membuat warga semakin bersemangat,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan pesan bahwa kegiatan ini bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga bentuk nyata rasa syukur atas kemerdekaan serta media untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
Dengan penuh kebanggaan, warga Kebun Jeruk pulang membawa kenangan indah dari malam puncak yang meriah dan sarat makna kebersamaan.
Indra Jaya
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya