Rabu , Juni 17 2026
Home / Berita Terkini / Aman Wilayah Jambi Gelar Konsolidasi dan Koordinasi Perorganisasian Perempuan Adat

Aman Wilayah Jambi Gelar Konsolidasi dan Koordinasi Perorganisasian Perempuan Adat

 

Konsolidasi Perempuan AMAN Jambi: Perkuat Peran Perempuan Adat dalam Pengorganisasian dan Kepemimpinan

JAMBIEKSPOSE.COM | JAMBI – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Jambi melalui Biro Pemberdayaan Perempuan menggelar kegiatan Konsolidasi dan Koordinasi Wilayah Pengorganisasian Perempuan AMAN Jambi, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi.

Agenda ini merupakan bagian dari program Mekanisme Kerja Bersama AMAN (MKBA) periode Juli–Desember 2025, sebagaimana diamanatkan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) AMAN Jambi pada November 2024 lalu.

Peserta kegiatan berasal dari lima Komunitas Masyarakat Adat di Kota Jambi, masing-masing mengirimkan lima perwakilan, yakni:

  1. Komunitas Masyarakat Adat Tahtul Yaman Beradat
  2. Komunitas Masyarakat Adat Sungai Asam
  3. Komunitas Masyarakat Adat Tanjung Johor
  4. Komunitas Masyarakat Adat Penyengat Rendah
  5. Komunitas Masyarakat Adat Danau Sipin

Selain itu, hadir pula lima unsur pengurus PW AMAN Jambi, sehingga total peserta mencapai 30 orang.

 

 

Dari hasil musyawarah mufakat, terbentuklah kepengurusan Organisasi Sayap Perempuan AMAN Wilayah Jambi, yang akan disahkan melalui Surat Keputusan (SK) pada Rapat Pengurus Besar (RPB) AMAN Desember mendatang.

Susunan kepengurusan terpilih yakni:

  • Ketua: Nyai Dra. Mahmudah MZ (Komunitas Sungai Asam)
  • Sekretaris: Nyai Rts Rina Hartati (Komunitas Penyengat Rendah)
  • Bendahara: Nyai Rohimah (Komunitas Tahtul Yaman)

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Harian PW AMAN Jambi Nyai Endang Kuswardani, SH. menegaskan pentingnya konsolidasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan adat di seluruh komunitas.

“Dengan dilakukannya Konsolidasi Wilayah Perempuan AMAN Jambi, diharapkan perempuan-perempuan di masyarakat adat bisa saling memperkuat. Perempuan adat harus berjuang mempertahankan wilayah tanah leluhurnya. Dengan demikian, kita sekaligus memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para leluhur,” ujar Nyai Endang.

Sementara itu, Nyai Ulfah Mahfudz, M.Ag., yang juga menjadi narasumber sekaligus Bendahara Dewan AMAN Wilayah Jambi, menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan adat dalam segala aspek kehidupan.

“Perempuan di komunitas masyarakat adat perlu diberdayakan agar memiliki akses dan kontrol politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan begitu, perempuan dapat lebih percaya diri dalam pengambilan keputusan, baik di keluarga maupun di masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas perempuan adat perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan melalui kebijakan di tingkat lokal dan desa demi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan.

Melalui kegiatan konsolidasi ini, diharapkan Organisasi Sayap Perempuan AMAN, Biro Pemberdayaan Perempuan, serta komunitas masyarakat adat dapat meningkatkan sinergi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan adat.

Perempuan adat dinilai memiliki peran penting sebagai penjaga kedaulatan pangan, adat, ekologi, dan budaya. Pembentukan organisasi sayap ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat eksistensi dan kepemimpinan perempuan adat di Jambi.

Konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat adat secara kolektif — menghadirkan perempuan adat sebagai pemimpin, penggerak, dan penjaga nilai-nilai leluhur Nusantara.

TIM

 

Spread the love

About Kang Maman

Check Also

Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa, Kapolda Jambi Tekankan Respons Cepat dan Terukur

  JAMBIEKSPOSE.COM | JAMBI – Kepolisian Daerah Jambi menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas