
Oleh : Rizky Aditya Pratama
JAMBIEKSPOSE.COM | JAMBI — Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Kota Jambi kembali diguncang oleh serangkaian kasus kejahatan yang menunjukkan masih rapuhnya sistem keamanan di wilayah perkotaan. Rangkaian peristiwa tersebut bukan sekadar catatan kriminal biasa, melainkan sinyal keras bahwa rasa aman publik tengah berada dalam ancaman serius.
Kasus pertama terjadi pada Selasa, 2 Oktober 2025, di kawasan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan. Seorang ibu rumah tangga menjadi korban penganiayaan dalam aksi pencurian mobil. Pelaku bahkan sempat melarikan diri ke luar provinsi sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh tim gabungan kepolisian.
Beberapa hari berselang, pada 6 Oktober 2025, aksi begal kembali terjadi di kawasan Kota Baru. Korbannya seorang mahasiswa yang hendak pulang ke rumah. Ia mengalami luka akibat sabetan senjata tajam, sementara pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor dan barang berharganya.
Tidak lama kemudian, pada 10 Oktober 2025, aparat Polresta Jambi mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Pasar Angso Duo. Tiga pelaku berhasil diamankan setelah terbukti membobol sejumlah kios dan mencuri uang tunai serta barang dagangan bernilai puluhan juta rupiah.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bahwa tindak kriminal di Jambi kian beragam, baik dari sisi modus maupun pelaku. Kondisi ini mengharuskan adanya langkah strategis dan sistematis dari aparat penegak hukum, bukan sekadar penangkapan reaktif setelah kejadian.
Peningkatan kejahatan di Kota Jambi harus dibaca dalam konteks yang lebih luas. Faktor ekonomi, tekanan sosial, dan lemahnya pengawasan lingkungan turut berperan dalam menciptakan ruang bagi pelaku kejahatan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan perlu memperkuat sistem pencegahan berbasis masyarakat, seperti pos kamling, patroli gabungan, dan pengawasan lingkungan yang berkelanjutan.
Lebih jauh, aparat penegak hukum juga diharapkan bertindak tegas dan transparan dalam setiap proses penanganan perkara. Penegakan hukum yang konsisten akan memberikan efek jera bagi pelaku dan rasa percaya bagi masyarakat.
Sudah saatnya Jambi menjadi kota yang benar-benar aman, bukan sekadar tampak tenang di permukaan. Keamanan publik adalah pondasi utama bagi pembangunan dan kesejahteraan. Jika rasa aman hilang, maka seluruh aspek kehidupan sosial dan ekonomi ikut terguncang.
Rizky Aditya Pratama
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya