
Jambiekspose.com ( Jakarta) – Kasus Tewas nya Nopriansah Yosua Hutabarat (Brigadir Yosua) akibat ditembak Bharada E sebanyak empat kali, Saling Tembak antara dua polisi dirumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan
Awak median mencoba menelusuri kediaman Korban tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, tampak rumah korban terlihat sederhana dan tinggal dirumah dinas Guru SD Negeri 74/IX.
Dilokasi rumah korban tampak dilapangan rumah papan nama ucapan berjejer dari satuan kepolisian serta Ibu Kandung Korban juga tampak masih shok mengiat anak kandung meninggal secara mengenaskan disekujur tubuh.
Tidak hanya itu, pihak keluarga juga sangat heran dan menyayangkan korban tidak ada dibuat upacara kemiliteran dari pihak kepolisian saat korban dikubur
Rohani Simanjuntak, salah satu tante korban mengatakan semenjak peristiwa terjadi, jumat, 8 juli 2022, pihak keluarga tidak mendapat kabar kalau almarhum meninggal dunia dan saat mau dibawa ke bandara baru dikabari kalau korban meninggal dunia dan mau dibawa ke Jambi pakai pesawat dan pihak keluarga mengetahui itu langsung sontak terkejut dan terlebih khususnya orang tua kandung korban.
“Saat jenazah sampai dibandara Jambi memang ada 6 polisi yang jemput dan saat mau diserah terima dengan kami namun saya terkejut lah kok kami dan kami tidak ada hak disini, karena orang tua kandung korban masih dalam perjalanan dari kampung Sumatera Utara menuju Jambi dan ditunggulah orang tua kandung korban,”ujarnya.
Rohani menyebutkan, saat orang tua kandung korban sampai dirumah Kecamatan Sungai Bahar, Jambi atau tepat sabtu malam, 9 Juli 2022 sekitar pukul 22.30wib dan langsung histeris melihat anaknya meninggal dunia.
“Ibu kandung dan ayah kandung korban bilang bukak-bukak petinya dan anakku mana dan saat dibuka peti, saya dan keluarga lihat dibagian dada ada luka tembakan yang bolongnya agak besar sebelah kanan dada,”jelasnya selasa, 12 juli 2022.
Tidak hanya itu, saat melihat dibagian dada luka tembakan, pihak kepolisian yang datang mengantarkan kerumah korban sempat tidak membolehkan melihat keseluruhan tubuh korban dan hanya bisa dilihat dua kacing baju.
“Tepat hari minggu pagi, 10 juli 2022 sekitar pukul 10.00wib pihak keluarga melihat ada darah menetes dari tangan kiri korban tepatnya di bagian jari keluar darah segar dan keluargapun kok ada darah dan keluarga langsung membuka baju korban dan langsung terlihat beberapa luka lainnya seperti ada luka sayatan hingga sampai ke kaki korban,”imbuhnya.
Rohani berharap hukum dijalankan dengan benar dan dibuat seadil adilnya untuk korban dan iapun menyebutkan kalau mengadu kepengacara hukum, pihak keluarga tidak mampu untuk biayai sedangkan, kakak kandungnya atau ibu kandung korban hanya menumpang dirumah dinas dan masih terutang juga.
“Kami tidak mampu karena kakak kami tidak mampu, apalagi kakak kandung saya numpang dirumah dinas SD dan hanya cukup menyekolahkan anaknya sampai berhasil,”katanya.
( red 007 )
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya