
JAMBIEKSPOSE.COM | JAMBI — Insiden dugaan penghinaan tersebut terjadi saat hendak mengklarifikasi masalah laporan dari Vita yang meminta bantuan kepada salah seorang wartawan yang kebetulan wartawan tersebut orang terdekat Vita.
Diceritakan Vita, dia merasa tertekan karena kedatangan AG, salah seorang satuan samapta Polda Jambi ke rumahnya yang terus menerus meminta barang pemberian mertuanya saat antaran pernikahan.
Hal ini menurut Vita sangat tidak wajar karena tidak ada sangkut pautnya sama AG tapi AG selalu menekan dan memaksa Vita agar mengembalikan barang tersebut.
Saat media mengklarifikasi by phone WhatsApp, AG berkata kasar, mengancam dan menuding wartawan menerima uang dari Vita terkait kasus KDRT yang telah selesai kemarin di Polresta Jambi secara damai dan kekeluargaan.
AG yang mengaku sebagai seorang anggota kepolisian, sangat lah tidak terpuji dengan melontarkan kata-kata “Ayuk tu gilo dan kebanyakan” serta mengancam wartawan.
Cara AG dengan mendatangi rumah kediaman Vita sehingga membuat orang tua Vita merasa ketakutan itu sangat tidak terpuji.
Sebagai seorang anggota kepolisian, seharusnya bersikap mengayomi, melindungi masyarakat, bukan memaksa dan mengancam ingin mempidanakan Vita.
Pihak Wartawan meminta kepada Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono menindak tegas oknum anggota polisi yang arogan tersebut. (Tim/SnB)
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya