
JAMBIEKSPOSE.COM | KOTA JAMBI -Ketua Tim Pemenangan BRAMA (Barisan Relawan Maulana-Diza) Oman Rohman NH, pria Gondrong yang selalu di kucir mencukur habis rambutnya setelah meyakini pasangan calon Walikota Maulana-Diza pilihannya menjadi pemenang dalam Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Jambi tahun 2024 ini. Kamis (28/11/2024).
Kepada Awak Media, pria yang juga dikenal dengan sapaan Kang Maman ini mengaku aksi cukur rambut ini ia lakukan untuk membayar kaul / Nazar yang sebelumnya dibuat waktu mendeklarasikan Calon pasangan Walikota-Wakil Walikota, Maulana-Diza.
“Ya saya sebagai koordinator Brama (Barisan Relawan Maulana-Diza), jika menang, maka saya membuat nazar akan mencukur rambut sampai botak dan tadi saya penuhi nazar itu karena saya meyakin Maulana-Diza menang, mengingat capaian sudah 75% ujar Kang Maman.

Dukungan terhadap Maulana, bukan semata-mata baru kemarin sore ia berikan,Kang Maman bisa dikatakan sebagai salah satu pendukung militan Maulana, karena disamping memiliki histori yang panjang dengan sosok Maulana, juga karena Kang Maman menilai sosok seorang Maulana sangat tulus kepada masyarakat.
Lebih lanjut kang Maman Berharap kemenangan Maulana Diza tidak menjadikan kita jumawa, tetap rendah hati dan menunggu perhitungan resmi KPU Kota Jambi.
Serta berharap Maulana – Diza bisa mengemban Amanah 5 tahun ke depan dan merealisasikan janji janji kampanye nya dan Kota Jambi Bahagia bukan jargon semata, tapi nyata meningkatkan lagi kota Jambi kota Bahagia masyarakat nya ke 3 Atau ke 2 di Indonesia.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Kebahagiaan 2021 pada Senin (27/12/2021).
Berikut ini 10 Kota paling bahagia di Indonesia :
- Maluku Utara 76,34
- Kalimantan Utara 76,33
- Maluku 76,28
- Jambi 75,17
- Sulawesi Utara 74,96
- Kepulauan Riau 74,78
- Gorontalo 74,77
- Papua Barat 74,52
- Sulawesi Tengah 74,46
- Sulawesi Tenggara 73,98
Indikator Indeks Kebahagiaan
Menurut BPS, Indeks Kebahagiaan sebagai ukuran pembangunan yang bersifat subyektif, ditawarkan untuk melihat persepsi masyarakat tentang apa yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
BPS telah melaksanakan kajian tentang tingkat kebahagiaan beberapa kali, yaitu uji coba tahun 2012 dan 2013, kemudian survei pengukuran tingkat kebahagiaan (SPTK) sebanyak 3 kali, tahun 2014, 2017, dan 2021. Pendekatan yang digunakan adalah kepuasan hidup, afeksi, dan eudaimonia.
Indra Jaya
Jambiekspose.com Tajam & terpercaya