Minggu , Oktober 24 2021
Home / Daerah / Kepala Balai BKSDA Provinsi Jambi Buka FGD Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (METT).

Kepala Balai BKSDA Provinsi Jambi Buka FGD Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (METT).

Foto Inro, Kepala Balai BKSDA Buka FGD Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Jambi, Jambiekspose.com – -Bertempat di Hotel Swiss-Belhotel Kota Jambi Jumat(16/11/2018)  Kepala Balai BKSDA, Rahmad Saleh secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi /METT lingkup Balai KSDA Jambi tahun 2018.

Turut mendampingi Kasubbag TU BKSDA, Teguh Sriyanto, Andhika Chandra Ariyanto, S. Hut, Msc mewakili Direktorat KKH pengendali ekosistem hutan (PEH) Muda Pada Direktorat kawasan konservasi.

Dikatakan oleh Rahmad Saleh, Kawasan Konservasi memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai sebuah sistem penyangga kehidupan.

“Meski demikian, karakteristik biologis dan kepentingan pengelolaannya yang kompleks menyebabkan selama ini kawasan konservasi belum dikelola secara efektif sehingga mengalami kerusakan secara terus menerus.
Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian ini yang bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengelolaan, “jelasnya.

Dijelaskan oleh Rahmad Saleh, ada beberapa hal yang BKSDA Provinsi Jambi sampaikan dalam hal ini terkait dengan FGD ndangan kami yaitu bahwasanya BKSDA mengelola ada 6 kawasan konservasi yang kurang lebih luas yaitu mulai dari yang luasnya hanya 2 hektar sampai yang luasnya sampai 4000 hektar totalnya semua kurang lebih 6000 hektar pengelolaan kita terhadap kawasan konservasi ini.

“Pertama, Kegiatan dalam konservasi ini kita harus tahu sudah berjalannya progresnya dan updatenya sejauh mana dalam pengelolaannya untuk itu kami meminta memohon kepada peserta undangan bagi semuanya bahwasanya kita sama-sama untuk menilai baik internal kami di KSDA Jambi juga Mitra, “jelasnya.

” Mitra dari BKSDA berasal dari LSM, Pemerintah desa Kecamatan dan KPH  juga masyarakat lainnya dari  perguruan tinggi,  Sejauh manakah yang mengelola kawasan konservasi ini.
di mana kurangnya jadi hari ini ini sangat penting kepada kami sebagai pengelola untuk mengetahui kekurangan kelebihan untuk mendapatkan optimalisasi pengelolaan jadi sejarah dalam penilaian dengan metode METT  ini baru-baru dicanangkan kurang lebih 5 tahun ini dan mudah-mudahan di 2 tahun terakhir ini sudah melihat hasilnya, “ujarnya.

bahwasanya pengolahan itu bagaimana bisa plus dan minusnya jadi BKSDA mengharapkan dalam penilaian kita hari ini sampai besok ini kita tidak ada sesuatu yang dipaksakan.

“Maksudnya apa adanya lah penilaiannya dari semuanya dari kita sehingga kita benar-benar mengelolanya itu nanti ke depan kita bisa perbaiki tidak usah kita memaksakan Oh sudah bagus nilainya sudah sudah tinggi tidak usah tetapi yang kita harapkan adalah apa adanya dan ada bukti nya tidak hanya sekedar hanya omong doang kita sudah melakukan ini Pak kita sudah melakukan itu Ibu tetapi buktinya mana Terus yang udah kita lakukan itu sudah benar atau tidak sehingga kawan-kawan nanti baik internal kita ini saling isi mengisi saling memberikan informasi saling memberikan bukti-bukti Sehingga dalam mengelola itu kita nanti itu kita sudah mempunyai manajemen yang baik dan saya yakin yang lain untuk saling berkolaborasi untuk sama-sama menilainya, “tegasnya.

Kedua,  pengelolaan kawasan kita ini memang tidak lepas dari dari bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah pusat baik LSM, masyarakat sekitar.

jadi penilaian kita ini ini yang harus mendapat dukungan dan mendapat juga tanggapan dari masyarakat sekitar baik yang lainnya.

“Sehingga bukan hanya kita mengeluh dalam kawasan juga mengelola di luar kawasan ada keterkaitan atau hubungan yang erat antara kawasan dengan luar kawasan sehingga pengolahan kita itu jangan asik di dalam aja sehingga kami membutuhkan data perencanaan informasi juga dari mitra-mitra yang lain baik Pemerintah desa Kecamatan kph perguruan tinggi atau LSM sehingga kita mengolah kawasan itu tidak lepas juga ada hubungannya dengan di luar kawasan, “imbuhnya.

Dari BKSDA Provinsi Jambi mengharapkan dalam pertemuan ikuti secara seksama yang akan dibantu nanti struktur dari Direktorat KKH,  sehingga nanti kita sama-sama mengetahui bahwasanya posisi penilaian kita itu sudah di posisi dan dinilai berapa.

Dan ini menjadi bahan yang sangat penting kepada BKSDA  khusus nya bagian evaluasi dan perencanaan untuk melakukan langkah-langkah strategis lebih lanjut yangJadi muaranya nanti itu adalah perencanaan sehingga yang apa yang akan kita laksanakan kedepan hasil dari penyelesaian.

Ditambahkan oleh Teguh Sriyanta, Peserta ada sebanyak 50 orang terdiri dari Dishut Provinsi Jambi, Taman Nasional Bukit Dua Belas, Camat, kepolisian resort, Kades, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Unja, LSM.

Kegiatan FGD dilaksanakan selama 2(dua) hari, dan diharapkan dari hasil ini suatu penilaian berarti dari narasumber. (Inro).

Spread the love

About jambiekspose

Check Also

Rumah sakit umum Kolonel Abundjani Bangko didatangi tamu tak diundang

Jambiekspose.com (Bangko-Merangin) – Sakit tentu bukan jadi keinginan seseorang.Terlebih jika orang tersebut terkendala masalah biaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas